Where's Wolf





*Kriiiinngggg*
"Saatnya Istirahat pertama". suara bel penanda istirahat.

"Yeee..!!!!" terdengar suara dari kelas lain, terutama yang diajar sama guru killer (dibaca: Killa).
"Kantin yuk!" kata salah satu cewek dikelas itu.
"Gak ah, maen bola lebih ena" jawab ketua kelas sambil membuka kancing bajunya yang paling atas.
"Dah lu maen bola dikantin aja, sama - sama ena" sahut temen si cewek.
"Daripada lu bingung mau ngapain mending kita maen WW (baca: werewolf) aja.." celetuk salah satu siswa ter-cupu dikelas.
"Wah boleh tuh.." jawab siswa - siswa yang laen.
"Nahh... nih kalian pilih peran masing - masing, inget gaboleh ada yang tau kecuali satu peran sama kalian" ucap siswa ter-cupu itu sambil ngasih kotak yang isinya kertas yang sudah dilipat dengan tulisan berbagai macam peran.
"Ahahahaha gue jadi..." tawa lebar salah satu siswi setelah melihat perannya.
"Eittsss... Inget! gaboleh ada yang tau.." sela siswa ter-cupu.
"Maaf maaf... Khilaf gue" mohon siswi tersebut,
"Okeh, karena semua udah dapet.. Gue akan jadi MOMOD (dibaca: Moderator) yang akan memandu permainan kalian.. SIAPP??!!! " kata Momod dengan suara yang Lakik.
"SIAPPPP!!!!" jawab semua 'player' dalam permainan ini sambil 'memasang' posisi duduk melingkar.

Permainan pun dimulai.... Semua pemain memejamkan kedua matanya....

Momod : "Pagi hari telah tiba, silahkan kalian membuka mata. Hari ini adalah hari jadi desa kalian, semua orang berkumpul dipusat desa dimana diadaknnya pesta besar - besaran. Kalianpun tertidur pulas saat tengah malam telah menyelimuti desa kalian."
Momod : "Guardian silahkan buka mata, dan pilih salah satu pemain untuk kalian lindungi malam ini."
Guardian membuka mata dan mengenakan baju zirahnya lengkap dengan pedang ditangan kanan dan tamengnya ditangan kiri.
Seketika guardian berdiri didepan pemain yang ia lindungi malam ini.
Momod : "Sekarang guardian menutup mata, dan silahkan Seer untuk membuka mata.
Seer dan asisten seer pun membuka mata, dan segera mereka melakukan penerawangan terhadap salah satu pemain.
Momod : "Terima kasih seer, silahkan tutup mata kalian."
Momod : "Werewolf silahkan buka mata kalian."
Para WW membuka mata dan saling melihat satu sama yang lain.
Momod : "Ingat - ingat siapa saja teman kalian."
WW pun berkumpul menjadi satu.
Momod : "Sekarang pilih salah satu pemain yang akan kalian mangsa malam ini."
Dengan liurnya yang 'ber-kotos - kotos' WW memangsa salah satu pemain.
Momod : "Yak cukup. Pagi hari telah tiba.."
"AAAAaaaAA!!!!" terdengar teriakan seseorang dari sisi desa.
Momod : "Malam tadi telah terjadi pembunuhan, WW telah beraksi"
"Sialann!! Kita gagal bos!!" kata asisten seer sambil mnggaruk kepalanya.
"Sstt .. Jangan keras - keras!! Kalo WW pada denger bisa kelar ini nyawa" jawab seer dengan mata melotot.
"Iyaa, maap bos maap" mohon asisten seer. (AS)
"Dah.. Diem lu.." jawab seer sambil berjalan menuju sumber suara tangisan. (S)
Terlihat sesosok jasad yang tergeletak dengan luka penuh cabikan diseluruh tubuhnya.
"Kakak!!! Kakak!!!" teriak gadis yang diiringi dengan isak tangisnya. (V)
"PASTI INI WEREWOLF!!! SUDAH PASTI INI!!" kata seorang villager dengan lantangnya. (V)
"Aku tau siapa dibalik semua ini" seseorang datang dengan topi koboi dan jaket panjang yang hampir menutupi lututnya. (U)

Semua mata tertuju pada orang ini, terlihat ia mengenakan pakaian koboi dengan tatapan mata yang tajam seolah - olah mengetahui sesuatu.

"Siapa lu?!" tanya salah satu villager sambil mendekatinya. (V)
"Aku adalah seer" jawab seseorang dengan pakaian koboi itu. (U)
"Lho bos?!" tanya asisten seer kepada seer (yang asli). (AS)
"Sstt diem!!, biarin aja." kata seer tersebut. (S)
"Kalo lu emang seer, apa buktinya?" tanya salah satu wanita villager. (V)
"Ahahahaha, bukti? Buktinya adalah tadi malem gue nemuin salah satu WW" jawab orang itu dengan berjalan pelan menuju jasad korban. (U)
"Terus siapa WWnya?" tanya seer (yang asli). (S)
"Dia!!!" sambil nunjuk ke salah satu orang di depannya. (U)
"Lho!!! ga mungkin lah, orang yang jadi korban kakaknya sendiri!!." celetuk salah satu villager.
Gadis itu sama sekali tidak menghiraukan dan tetap memanggil kakaknya seolah berharap dapat bangkit kembali.
"Tenang dulu..! Apa kalian ga tau kalo WW itu beraksi diluar kesadaran mereka?!" sambil mengangkat wajahnya. (U)
"Dasar pembohonng!! Jangan - jangan lu sendiri WWnya!!" sambil ndorong orang ini sampe jatuh.
"Ehem.. Ya terserah kalo kalian mau percaya apa gak?!" sambil mencoba berdiri. (U)
"Udah langsung voting aja!!" ucap salah seorang villager. (V)
"Yaa!!! " "Votiingg!!" "UDAHHH" "SIPPDAHH!!!" terdengar suara suara dari penduduk yang lain.
Momod : "Baiklah semua sudah vote, dan hasilnya adalah."
Momod : "Silahkan pria ini dihukum mati."

Para villager pun memaksa pria ini duduk dengan kedua tangannya terikat, salah satu dari mereka pun mengeluarkan pedang yang cukup panjang dengan bentuk sedikit menyerupai bulan sabit.

“Apa ada kata – kata terakhir wahai pria aneh?” tanya algojo kepada pria ini. (V)
“Huh… Kalian akan menyesal” jawab pria ini. (U)
“Menyesal?!” tanya algojo ini dengan nada sedikit naik. (V)
*Sringggg* dengan lihainya algojo menebas kepala pria yang tidak jelas asal – muasalnya ini.
Setelah yakin pria ini telah mati, pemakamanpun dilakukan. Gadis yang kehilangan kakaknya tak henti – hentinya menangis dan terus menangis.
"Hari ini adalah hari dimana kita membunuh WW!! kita bisa tenang sekarang!!" kata seorang villager (V)
“Sudah, tenanglah.. Seseorang yang telah membunuh kakakmu sudah ga ada.” ucap seer sembari mendekati gadis ini. (S)
"Gimana kalo masih ada yang laen?! Kita kan juga gak tau!!." kata gadis itu dengan mengusap air matanya. (V)
"Udahlah, tenang aja lha wong ada kita kok!, ya kan bos?!." asisten seer mendekati gadis itu juga sambil tersenyum. (AS)
"Ya kan bos, ya kan bos.. Gundulmu!!" jawab seer. (S)
"Hehehehe" tambah asisten seer dengan memperlihatkan giginya. (AS)
"Udah ga usah takut, kita disini kan saling ngebantu. Ayo kita antar pulang, bentar lagi udah gelap" ucap seer sambil mencoba menenangkan gadis ini. (S)
"I...Iya.. makasih ya." ucap halus gadis ini. (V)
Seer dan gadis itupun berjalan dibawah senja menguning, tentu saja bersama asisten seer juga yang selalu siap menjaga, dan mereka hidup bahagia selamanya...

THE END

Ya belumlah, cerita apaan segitu doang 'THE END' ..
Momod : "Malam telah tiba..."
"Lho kamu ga tinggal disini dulu? udah malem ini." tanya gadis itu seolah ga mau ditinggal oleh seer. (V)
"Maaf aku ada tugas lain malam ini, tapi tenang aja aku ga jauh - jauh kok dari sini." ucap seer menenangkan gadis ini. (S)
"Maaf ya dek, kakak gunteng ini harus pergi dulu.." tambah asisten seer sambil menunjuk seer. (AS)
"Apaan sih..!! Udah ya, semoga bisa ketemu kamu lagi." kata seer sambil berjalan menjauh dari gadis itu. (S)
"Iya.." ucap gadis itu dengan raut wajah yang terlihat sedikit gelisah. (V)
Seer beserta asistennya kembali ke 'basecamp' mereka untuk kembali melakukan penerawangan malam ini.
Momod : "Gelapnya malam semakin menyelimuti desa ini, tak terlewat bintang - bintangpun menampakkan diri sembari bernyanyi bersama dinginnya angin malam. Silahkan guardian memilih satu orang untuk dilindungi."
Sontak guardian pun berdiri dan menghampiri orang yang akan dilindunginya malam ini.
Momod : "Selanjutnya silahkan para WW menyantap makanan malam ini."
Tak perlu waktu lama WW pun menyantap sarapan dini hari ini.
Momod : "Iuuuhhhh... Yak lanjut seer silahkan melakukan tugasnya malam ini."
Seer pun membuka mata dan segera melakukan ritual penerawangan dengan menunjuk salah seorang di desa ini.
"Bos, misal nih.. Misal bos ya.." ucap asisten seer dengan mendekatkan wajahnya. (AS)
"Apa sih?!.. Udah langsung to the point aja (baca: intinya)." jawab seer sembari terus berkonsentrasi untuk ritualnya. (S)
"Misal kalo cewek kemaren WW gimana bos?" kata asisten seer dengan nada serius. (AS)
"Hah?! muke gile, gak mungkinlah.." jawab seer dengan penuh keyakinan. (S)
"Yah misal bos.." ucap asisten seer. (AS)
"Udah.. ga ada waktu buat mikirin itu, mending lu bantuin gue." pinta seer dengan nada sedikit kesal. (S)
"Iya.. iya.." jawab asisten seer sambil mendekati bosnya. (AS)

Merekapun melakukan ritualnya...
Dengan kerja keras semalam suntuk, mereka bisa menebak salah satu WW...
Momod : "Pagi telah tiba.. Malam tadi telah terjadi pembunuhan oleh WW, guardian tidak dapat melindungi dan berita baik untuk kita karena seer sudah melihat salah satu WW."
Terlihat sesosok jasad penjual buah semangka tergeletak dengan mata melotot seolah kesakitan sebelum nyawanya teregang, tak terhindari semangka di kiosnya juga menjadi bulan - bulanan WW.

"Seer!! Keluar kau seer!! Beri tau kami siapa dibalik semua ini!!!." teriak salah satu villager dengan suara yang sangat keras . (V)
"Udah bos saya aja yang kasih tau mereka." ucap asisten seer kepada bosnya. (AS)
"Jangan keburu... Bisa bahaya kalo ada WW yang tau" kata seer kepada asistennya sembari maju ketengah kerumunan. (S)
"Gue adalah seer!!" kata seer dengan lantangnya. (S)
"Lhah katanya jangan keburu.. Dasar bos semprul." ucap asisten seer dalam hati. (AS)
Tak tinggal diam, asisten seer maju dan beridiri di samping bosnya.
"Bukan... Gue adalah seer!! Nih orang penipu." kata asisten seer seoalh ingin melindungi bosnya. (AS)
"Bego lu." ucap lirih seer kepada asistennya. (S)
"Namanya juga asisten bos..." jawab asisten seer dengan sedikit tersenyum kepada bosnya. (AS)
"Mereka semua pembohong!!! Gue seer yang asli..!!" terdengar suara keras dari belakang kerumunan. (U)

Terlihat pria berbadan kekar dengan bulu dada yang terlihat dari bajunya yang sedikit terbuka,tangan kanannya yang juga kekar terlihat membawa kapak.

"Siapa tuh?" tanya seer kepada asistennya. (S)
"Kaga tau bos, tiba - tiba aja ngaku jadi seer." jawab asisten seer sambil celingak - celinguk. (AS)
Priia itu pun tiku berdiri disamping kanan seer.
"Sudah cukup!! Kita sama sekali ga peduli siapa seer yang sebenarnya diantara kalian, yang penting siapa WW yang menyerang tadi malam?!" ucap salah seorag villager. (V)
Setelah dilakukan permusyawarahan ternyata jawaban ketiga orang yang menyebutkan orang yanga sama. Votingpun juga langsung dilakukan, dengan hasil yang merujuk pada salah satu pemuda yang saat itu juga ikut dalam musyawarah. Seperti sebelumnya pemuda ini juga diikat tangannya dan bersiap untuk dieksekusi oleh algojo.
"Apa ada kata - kata terakhir?" tanya algojo kepada pemuda ini sambil menyiapkan pedangnya. (V)
"Gue sama sekali ga tau kalo gue ternyata adalah WW, tapi setiap kali gue sendiri, gue ngerasa ada sesuatu yang bersemayam ditubuh gue." ucap pemuda ini. (WW)

Pemuda ini mengambil nafas dalam - dalam, dan tanpa perintah algojo sudah menebas kepalanya.
Pemakaman pun dilakukan... Namun....
Saat dilakukan pemakaman terdapat pria yang telah tergeletak didekat wilayah pemakaman dengan anak panah menancap tepat didadanya.
Semua orangpun terkejut atas ditemukannya jasad ini, tapi mereka sama sekali tidak mempermasalahkannya karena mereka sudah membunuh WW pada hari ini.

"Ayo kita pulang!! Hari ini kita sudah membunuh salah satu WW di desa!!!" ucap salah seorang villager. (V)
Semua orang pun kembail kerumahnya masing - masing.
Tiba - tiba ....
"Kamu beneran seer?" tanya gadis secara tiba - tiba dari belakang seer. (V)
"Eh.." jawab seer terkejut dan segera membalikkan badan. (S)
"Percaya gak percaya sih, tapi gue adalah seer yang sebenernya." jawab asisten seer samb menaikkan salah satu alis mata kanannya. (AS)
"Oh gitu yah." jawab gadis itu dengan hembusan nafas seolah dia lega akan sesuatu. (V)
"Emangnya kenapa?" tanya seer kepada gadis ini. (S)
"Bahaya banget kalo kamu ngaku seer didepan WW, kita juga gak tau siapa WW yang lainnya?" jawab gadis ini dengan  serius. (V)
"Hahaha, itu sudah jadi resiko gue!!" ucap asisten seer. (AS)
Mereka bertigapun berjalan menuju rumah gadis itu, karena memang hari sebentar lagi sudah malam.
"Kamu harus pergi lagi?" tanya gadis ini kepada seer. (V)
"Ya, tentu saja.. Tapi tenang aku selalu ada untukmu, semoga kita bisa bertemu lagi esok hari." jawab seer seolah mencoba meyakinkan gadis ini. (S)

Dengan berat hati seer dan asistennya meninggalkan gadis itu.
Tak berselang lama malampun kembali menyelimuti desa mereka.

"Bos kita harus begadang ini!!" ucap asisten seer dengan penuh keyakinan. (AS)
"Udahlah tidur aja, kalo emang udah waktunya baru kita bangun." jawab seer dengan mata yang semakin berat untuk tetap terjaga. (S)
Seerpun tertidur pulas setelah melewati hari yang panjang, tetapi asistennya tetap mencoba untuk terjaga pada malam ini demi menangkap WW kembali. Malampun semakin merajalela, dinginnya angin seolah menusuk setiap jengkal pada bagian tubuh, hingga....

"Auuuuuuwwwwwwww" terdengar lolongan dari jauh yang seketika membuat kedua mata asisten seer kembali terjaga. (WW)
"Bos!! Bos!!" ucap asisten seer sambil menggoyang - goyangkan badan seer yang sedang tertidur pulas. (AS)
"Apaan sih..!" kata seer sambil menepis tangan asisten seer. (S)
"AAAAAaaaa!!!" terdengar jeritan seseorang yang tak jauh dari tempat mereka. (U)
Merekapun terkejut dan bergegas menuju sumber suara. Terlihat pria pembawa kapak yang sedang dicabik - cabik oleh dua sosok WW yang dengan lahapnya, seolah menyantapa setelah ribuan tahun tidak makan. Namun...
"Lho!!! Bos!!!" ucap asisten seer kepada bosnya sambil menunjuk kearah salah seorang WW. (AS)
"Ya... Aku sudah tau." ucap seer kepada asistennya. (S)
"Maksudnya?" tanya asisten seolah tidak memahami kejadian ini. (AS)
"Di hari pertama aku sudah melihatnya, namun aku mencoba untuk diam." jawab seer kepada asistennya dengan menundukkan kepalanya. (S)
"Untuk apa bos?!! Apa maksud semua ini!!!?" asisten seer semakin tidak memahami apa yang diucapkan oleh bosnya. (AS)
"Aku hanya ingin bertemu dia lagi setiap pagi dan malam hari walaupun dia selalu berubah, seperti halnya siang dan malam. Aku selalu menjadi senja yang siap ditinggal pagi dan menyambut malam walaupun itu tak sama." jawab seer dengan mata melihat langit malam yang dipenuhi taburan bintang - bintang. (S)

Dua sosok WW ini mendengar ada seseorang di belakang mereka, secara spontan kedua WW ini berlari menuju seer dan asistennya. Seketika seer dan asistennya hanya terdiam dan menunggu kedua WW ini mencabik mereka.

"UHHHH!!!!" terdengar suara tumbukan keras didepan mereka. (G)

Perlahan seer dan asistennya membuka mata dan ternyata didepan mereka berdiri dua guardian yang tengah menghadang para WW yang sedang kelaparan ini. Terlihat salah satu guardian mengangkat pedangnya dan menghunuskan pedangnya kepada salah satu WW yang berdiri didepan asisten seer, tak berselang lama WW tersebut mati dengan luka dari pedang guardian. Seer dan asistennya terkejut atas kejadian ini, guardian didepan seer pun juga bersiap untuk menebas WW didepannya yang bukan lain adalah gadis yang selalu ia temui setiap hari.

"HAAAAAaaa!!!" dengan kekuatan penuh seer mendorong guardian hingga terlempar, karena enggan melihat gadis ini harus dibunuh oleh guardian itu. (S)
Tanpa sadar tangan kiri seer tergigit oleh gadis itu, dengan wujud yang tak lagi seperti manusia. Sejenak suasana menjadi hening...

"BOSS!!!!!" teriak asisten seer yang tak tega melihat bosnya tertangkap oleh WW.
Sontak seer mendekap erat gadis ini. (AS)
"Inilah perbedaan pagi dan malam, mereka selalu beriringan, mengisi cerita dibalik semua kejadian. Beginilah jika pagi dan malam dipertemukan, maka dari itu aku selalu ingin menjadi langit yang menguning dan tak peduli akan berganti pagi ataupun malam." ucap seer dengan terus mendekap gadis yang telah menjelma menjadi WW ini. (S)
Terlihat tetsan air mata dari gadis ini, seolah ingin melawan dirinya sendiri.
"Cepet ambil pedang didepan lu!! Tusukin kepunggung dia!!" teriak seer menyuruh asistennya. (S)
Tanpa berpikir panjang dia mengambil pedang guardian, segera dia berdiri dibelakang WW dan bersiap menusuknya.
"Lhoo!!! Tapi, bos nanti juga bisa...!!!" ucap asisten seer kepada bosnya dengan membawa pedang yang sudah siap menusuk. (AS)
"Udah cepet!!!" teriak seer. (S)

*Sringgg*
Seketika pedang tersebut menembus punggung gadis ini, dan tentu saja pedang tersebut juga mengenai seer.
"Jika benar akan ada kehidupan lagi setelah ini, aku akan selalu menjadi senja yang setia menunggumu dan tak peduli akan wujudmu." kata terakhir yang diucapkan oleh seer. (S)


"WADUHHHH KALAH LAGI GUE!!!" ucap salah satu siswa yang ikut bermain saat itu.
mereka terdiam sejenak dan kemudian tertawa bersama.
*Kriiiinngggg*
"Saatnya jam kelima dimulai" suara bel penanda masuk jam pelajaran.


Comments

Popular posts from this blog

BE A SUPERTRAMP!! GAP YEAR?!!

Berganti sudah