BOHONGAN!
Kadangkala mereka sudah tahu jawaban dari pertanyaanya tetap saja menanyakan kepadaku. Memang aku ini kau anggap apa? SAMPAH?!. Memang aku adalah sampah jika kau tanyakan kepadaku, sebenarnya arti sesuatu itu tergantung kepada pribadi itu sendiri. Bukankah ada banyak penjabaran dari kata 'Kehidupan' ? Seperti itulah setiap pemikiran yang berbeda. Mereka bilang sudah lama mengenalku bahkan mereka bilang sudah memahamiku sejak aku kecil, sesunguhnya akulah yang menjalani hidup ini. Bagaimana bisa orang yang tidak ikut menjalani hidupku bisa mengenalku, aku besar di lingkungan yang sangat tidak jelas.
Sejak umur 2 bulan aku sudah dititipkan kepada seseorang yang entah itu saudara atau hanya kenalan mereka, lalu aku mulai sadar saat aku sudah menjadi anak kecil yang sangat kacau. Mungkin ada beberapa orang yang sangat tidak mengharapkan keberadaanku, akupun sadar akan hal itu saat aku menginjak dewasa. Kenangan di masa laluku seolah terus membayangiku, ada kalanya saat aku senang jika aku bisa dipercaya.
Kepercayaan adalah hal yang sangat mahal kata mereka, dan hal itulah yang sama sekali belum bisa kuraih. Sakit dalam dadaku tidak akan pernah bisa terobati bak peluru yang menembus lapisan baja. Bisa saja mereka mengobatiku, tapi tidak bisa membenahiku seperti dulu. Hidup hanyalah masalah salah dan benar, aku tidak bisa memilih selain kedua hal itu. Kesalahan sudah menjadi teman lamaku teman yang selalu menemani langkahku, entah itu menuju sebuah penyesalah ataupun menuju sebuah kesengsaraan yang nyata. Aku adalah seseorang yang cerdas, tapi untuk apa kecerdasan yang kumliki?.
Mereka tidak pernah mengajarkanku tentang arti sebuah kehidupan, itulah yang kuingat. Kehidupan inilah guru sejatiku, dan keadaan adalah teman baikku. Bukan masalah kenangan ataupun harapan ini adalah sebuah kenyataan, apa gunanya kenang dan harapan saat mereka tidak memiliki kenyataan. Saat ini kehidupanku sangatlah kacau , tentu saja itu semua berkat kebohoganku.
Maafkan aku Kehidupan.
Aku selalu menyalahkanmu atas setiap kebodohanku dan tolong sampaikan permintaan maafku kepada Keadaan, bukankah kalian adalah sahabat?.
Aku sangat ingin menjadi sahabat kalian.
Ya,
Sahabat yang baik tentunya.
Bukan sahabat yang saling menyalahkan.
Terima kasih telah selalu menemaniku selama ini.
Sekali lagi kuucapkan terima kasih.
Surat itu selalu kutujukan kepada temanku, bukan tapi sahabatku. Sahabat terbaikku Kehidupan dan Keadaan. Entah aku harus berterima kasih kepada mereka atau malah menjadi musuh mereka. Saat kau tanya siapa aku, kau akan tahu arti seorang sahabat dari Kehidupan dan Keadaan.
Terima kasih kepada temanku dari kota tempatku besar yang mengijinkan aku menulis tentang dirinya, untuk Jeje.

Comments
Post a Comment
silahkan untuk mengutarakan pikiran anda di kolom komentar.