TERGELAP bisa TERDALAM
Gelap... Biru yang gelap....
Entah kenapa aku sangat takut dengan kedalaman, laut yang luas masih menjadi sebuah misteri. Jangankan laut, kolam dengan kedalaman 4 meter saja aku sangat takut. Bukan soal airnya, tapi ini soal gelapnya. Mereka bilang aku seorang pengecut, memang aku seorang pengecut. Menurutku lebih baik menjadi pengecut sejati daripada harus memaksakan diri. Aku bukanlah korban dan juga bukan pahlawan, aku hanya tidak suka dengan kedalaman.
Thalassophobia, orang - orang biasa menyebut mereka seperti itu. Setiap orang tidak harus memiliki alasan untuk setiap ketakutannya, mereka juga tidak perlu mencarinya. Seseorang pernah berkata bahwa laut adalah misteri, bahkan hingga peradaban yang modern ini tidak ada seorangpun yang bisa mengungkap keseluruhan tentang laut. Mungkin dibawah sana masih ada berjuta misteri tentang kehidupannya. Apakah kalian pernah berpikir jika ada monster yang mengerikan dibawah sana, dengan tubuh ikan yang melebihi besar kapal induk dan dengan taring setajam pedang algojo, tentu saja hanya aku yang selalu memikirkannya.
'Ada kalanya kita harus melawan rasa takut itu' kata seorang dengan petuah indahnya. Apalah arti sebuah petuah ketika dia tidak pernah mengalaminya. Memberi nasehat selalu lebih mudah daripada menerima nasehat, itulah yang kutahu. Dentuman suara jam dinding yang selalu bisa menggangguku, tidak pernah menyerah mengingatkanku kepada gelapnya air yang dalam. Seolah ada yang memanggilku, melihatku, dan siap untuk menerkamku kapan saja. Bayangan - bayangan akan hal itu selalu menjadi syarat wajib pikiranku sebelum tidur.
Ingatlah setiap orang pasti takut akan sesuatu, mungkin saja satu hal atau bahkan beberapa hal yang tak masuk akal. Bahkan teman satu sekolahku ada yang phobia terhadap pisang, tak masuk akal tapi ini memang ada. Entah apa yang dia pikirkan saat terbesit di benaknya seonggok pisang muncul, biarlah Tuhan dan dia yang tau.
Gelap biarlah gelap, dalam biarlah dalam apa daya kita yang merasakan hanya bisa terdiam. Bukan seorang pelawan tangguh dengan perasaan, apalagi kekuatan. Hanya saja.....
Udahlah.
Curhatan seorang pribadi kikuk dari kota sebrang, untuk Naila.

Comments
Post a Comment
silahkan untuk mengutarakan pikiran anda di kolom komentar.