WAKTU MEWAKTUKAN




Andai ada yang tersisa...

Menurutku awal dan akhir adalah hal yang sama bukan lagi suatu hal yang perlu dicemaskan, hanya sekedar memulai - melakukan - meninggalkan. Suatu awal akan membayangi tentang apa yang akan terjadi, sama halnya dengan suatu akhir. Semua ini hanyalah masalah waktu, seberapa cepat ataupun lambat itu juga masalah waktu. Akan kutanyakan pada setiap jiwa, apa yang akan mereka perbuat jikalau umur sudah diujung tanduk. Ambilah waktu hidup kita tinggal 1 jam, apa yang akan kita perbuat?. Terus berlari atau terhenti meratapi kisah masing - masing jiwa, pergi tak akan kembali.
Waktu itu bersifat relatif, namun bisa saja waktu sudah tak lagi bersifat. Dentuman detik demi waktu yang selalu setia menunggu minggu menjadi bagian kecil bagi mereka.

"Lama banget sih"

Satu jam bisa menjadi lebih dari cukup dan bisa kurang dari keinginan, tergantung kesanggupan. "Lebih cepat lebih baik" mereka biasa mengucap, ucapan tegas dari mulut beringas. "Sudah jalani saja" ucap seseorang dengan wajah bersahaja, walaupun kepala panas penuh derita. Waktu bisa saja menjadi  sesuatu seperti apa yang kita takutkan, kita tunggu, ataupun kita hindari. Bayangkan saja saat sesosok waktu itu bertubuh besar dengan nuansa menyeramkan dan senantiasa mengejar kita, namun bayangkan juga jika sesosok waktu itu sangat bersahabat dan murah unjuk gigi.

"Cepet banget sih"

Tentu saja waktu cepat berlalu, mereka hanya memikirkan dunianya sendiri tanpa menghiraukan keberadaan waktu. Mereka tak menganggap waktu itu nyata, hanya sesuatu yang ditanyakan jika mereka membutuhkan. Namun tak pernah memperdulikan saat sudah merasa girang, sadarkah mereka tentang waktu yang ditelantarkan?. Bisa ya bisa tidak.

Andai waktu bisa berbicara, mungkin kebanyakan kita akan segera membungkam mulutnya. Bukan karena tak suka ataupun tak ingin, hanya antara kita dan waktu alasan itu terungkap. Lalu bagaimana jika waktu bisa berjalan seenak jidatnya?, mungkin detik tak lagi terdengar sama seperti sebelumnya. Jika saja waktu mempunyai bola mata lengkap dengan iris dan retina didalamnya entah apa yang akan terjadi, menangis atau memilih membutakan mata. Umpama waktu berperasaan, bolehlah menghentikan detak jantungnya kapan saja. Anggaplah semua ini hanya sekedar 'andai'.

menuju sukes dilain waktu

Comments

Popular posts from this blog

Where's Wolf

BE A SUPERTRAMP!! GAP YEAR?!!

Berganti sudah